Headlines News :

FOKUS NEWS

Berita Terkini

Di Bogor, Banyak Jalan Rusak Karena TIdak Sesuai Bestek

BOGOR, TRIBUNEKOMPAS - Daerah Bogor merupakan paling banyak curah hujan di banding dengan wilayah lain. Oleh karena itu jalan di Kabupaten Bogor banyak yang menjadi rusak. 

Kerusakan jalan di daerah Bogor, selain disebabkan turunnya hujan, kerusakan juga diakibatkan karena rendahnya kualitas jalan.  

Padahal pemerintah kabupaten Bogor sangat memperhatikan jalan atau infrastruktur yang bagus, untuk memperlancar arus laluintas dan ekonomi.

Namun sebagian pihak para pemenang tender pengerjaan peningkatan jalan, banyak yang mencari untung,dengan mengerjakan proyeknya asal-asalan, tanpa memperhatikan kwalitas hasil pekerjaannya.

"Jalan disini sudah rusak semua, kalau hujan seperti kubangan dan kalau panas akan banyak debunya," tutur Nugroho, seorang warga Parung, kemarin.
Proyek pelebaran dan peningkatan jalan alternatif yang menghubungkan jalan raya parung Bogor - Ciseeng melalaui jalan Desa Jabon mekar dengan polume pekerjaan 900 meter, lebar masing - masing sisi setengah meter yang di betonisasi, diduga rendah kualitas pekerjaannya..
Deny warga setempat yang ahli bangunan jalan mengatakan,  "Jalan desa Jabon mekar yang di kerjakan berbahan coran atau betonisasi kurang berkualitas karena coran dasar asal- asalan dengan ketebalan coran 20cm hingga 25cm dan adukan menggunakan K 250.

"Biasanya kalau untuk jalan bahan coran yang di gunakan K 300, karena K 300 lebih kuat terhadap tekanan yang berat dan kalau terkena hujan lebih tahan dan tidak mudah hancur,'' ucap Deny ketika di jumpai di rumahnya, vila gading, kemarin
Kepala Desa Jabon mekar Inah, ketika konfirmasi sedang mengawasi proyek peningkatan jalan mengatakan, ''Saya minta pekerjaan jalan jangan keluar dari bestek, ketebalan coran dan grenase air solokan harus sesui, jangan sampai jalan yang sudan bagus tergenang air dan cepat rusak dan jalan masuk ke perumahan yang  terkena pelebaran harus di bongkar," tegas Inah, di depan para pekerja.   
Kepala UPT Binamarga jalan dan pengairan wilayag Parung, Cahyo, yang dijumpai di kantornya selalu tidak ada di tempat.
Begitu juga pelaksana pekejaan jalan dari CV REKSA PERSADA, ketika akan di konfirmasi sedang tidak ada di lokasi proyek.

Rahmat Husein.

P2TP2A Wonogiri Sudah Terima Laporan Bayi Dianiaya

WONOGIRI, TRIBUNEKOMPAS - Seorang ibu seharusnya menyayangi anaknya,tapi di Wonogiri ada ibu yang tega menganiaya anaknya sendiri hingga babak belur tepatnya di Kecamatan Slogohimo. 

Bayi tersebut berinisial “SY” 4TH. Informasi yang di dapat Tribune Kompas Rabu(02/09) ibu kandung yang tega menganiaya tersebut berinisial “SRY” (35) warga Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.

Menurut keterangan warga berinisial “SN”, mengatakan “SRY” adalah seorang janda yang sudah menikah lagi dengan pria bernama “DK”.
Penganiayaan tersebut diketahui warga setelah korban mengantarkan kue, warga melihat muka “SY” bengkak, dugaan warga penganiayaan tersebut di lakukan oleh ibu kandung bernama “SRY”. 
Kejadian tersebut bukan hanya sekali namun sudah terjadi berulang kali puncaknya pada tanggal 31 Agustus yang lalu terang “SN”, kepada Tribunekompas.
Lebih lanjut “SY” sempat di rawat di rumah saudaranya yang bernama “SRT” ketika dilihat fotonya anak balita itu mengalami lebam membiru sehingga mata anak itu terlihat sipit.
Hingga berita ini ditulis, orang tua korban sudah menjadi pembicaraan di masyarakat sekitar. Anggota tim pusat layanan terpadu, pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) Kabupaten Wonogiri, Ririn Riadiningsih, mengatakan dirinya sudah menerima laporan peristiwa KDRT tersebut.
"Tadi pagi ada laporan dari anggota kepolisian bahwa terjadi peristiwa dugaan KDRT dengan korban anak balita dan kami sudah menghubungi coordinator BKBKSPP guna untuk melacak peristiwa tersebut," kata Ririn.
Sedangkan saksi yang melihat kondisi anak tersebut yaitu ketua RT bernama Sartono dan warga bernama Wahyudi belum diketahui penyebab ibukandung sampai tega menganiaya anak kandungnya sendiri. Lebih lanjut di jelaskannya, informasi dari P2TP2A ibu kandung bernama “SRY” sedang mengandung 4bulan. Kepala badan keluarga berencana keluarga sejahtera dan pemberdayaan perempuan (BKBKSPP) Wonogiri sudah turun menghimpun data dan kronologi kejadian tersebut.
“BKBKSPP” melalui anggota P2TP2A akan melakukan pendampingan kepada korban. Korban juga akan di damping psikiater, Reni juga menduga ada masalah keluarga sehingga anak tersebut menjadi korban dan pihaknya akan mengungkap permasalahan tersebut dan melindungi korban. 
"Perlindungan anak harus  di utamakan," tegasnya.
Wiwik. B.

Penjual Sapi di Pasar sapi Pracimantoro Mengeluh

WONOGIRI,TRIBUNEKOMPAS - Di wilayah Kecamatan  Pracimantoro,  Kabupaten Wonogiri  terdapat Pasar sapi terbesar setelah  Pasar sapi yang terdapat di  Kecamatan  Purwantoro. Ketika wartawan TribuneKompas saat melakukan pengamatan ke pasar Pracimantoro,  ada salah satu pedagang sapi mengeluh, karena dari pagi sapinya belum laku terjual.

Sidi pedagang  dari Kecamatan Manyaran membawa  sapi lima dan baru laku dua.  Sidi mengeluh  harga sapi di Pasar sangat rendah, mahal kalau dijual dirumah.
Lain dengan Sulardi Pedagang sapi dari Kecamatan Eromoko, Sapi di Pasar  Pracimantoro banyak sekali tapi minat  parat pembeli tidak ada, malah di siaran di TV Pemerintah Mengimpor sapi dari luar Negeri
"Padahal sapi kita banyak sekali seperti  di Pasar Pracimantoro ini," terang Sulardi, kepada wartawan TribuneKompas, Rabu  tgl 2/9.
 Di lain tempat, Kepala Pasar Pracimantoro   yang akrap dipanggil Memet, menjelaskan kalau pasaran wage sama legi Pasar ini penuh sapi  yang datang dari Karang Anyar,  Wonosari, Klaten, bahkan dari  Bandung dan Tangerang. Bahkan dari  Jakarta.
"Cuma satu yang saya keluhkan,  yaitu lahan  Parkir yang sangat sempit  maka  saya mohon kepada Pemerintah  Kabupaten Wonogiri  agar  dibuatkan lahan parkir karena tanah di Pasar ini masih memungkinkan," terang Memet.
Wiwik. B.


Ada Juga di Magelang, Polisi Bernama Andi Go To School

MAGELANG, TRIBUNEKOMPAS - Kalimat "Andi Go To School" mungkin terdengar cukup lazim dalam bahasa Inggris. Namun, kalimat ini menjadi unik jika digunakan untuk nama seseorang.

Di Magelang, Jawa Tengah, ternyata kalimat "Andi Go To School" memang menjadi nama seseorang, dan penyandang nama unik ini adalah seorang anggota Polres Magelang Kota.

Polisi bernama Andi Go To School ini akrab disapa Goto. Andi mengaku, awalnya dia biasa saja dengan nama pemberian orangtuanya, Bulkin dan Nakimah, asal Dusun Kedung Rengit RT 01 RW 04, Desa Tegalarum, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Goto baru mengerti arti namanya itu ketika dirinya duduk di bangku SMP dan mulai mengerti bahasa Inggris.

"Waktu kecil belum mengerti bahasa Inggris. Setelah tahu kalau nama saya mempunyai arti 'Andi pergi ke sekolah', baru saya tanya ke orangtua, 'Kenapa nama saya seperti ini?'" kata Goto, saat ditemui di kantornya di Mapolres Magelang Kota, Selasa (1/9/2015).

Menurut ayahnya, kata Goto, nama Andi Go To School diberikan agar dirinya rajin sekolah, tidak seperti kakaknya yang suka membolos. Kendati demikian, saat itu Goto mengaku bimbang karena nama yang disandangnya itu justru menjadi beban bagi dirinya.

"Bagi saya, nama ini beban. Saya harus konsekuen. Artinya, saya pun harus mahir berbahasa Inggris," ujar suami dari Heni Maesaroh ini. Terlebih lagi, banyak teman dan orang-orang yang mengolok-olok nama uniknya itu.

Meski demikian, Goto lama-kelamaan merasa enjoy dan bangga serta bersyukur dengan nama yang diberikan kedua orangtuanya. Sebab, nama tersebut bisa menjadi pemacu agar dirinya rajin sekolah dan mempelajari bahasa Inggris secara mendalam.

"Dulu waktu SMP pernah dapat nilai (bahasa Inggris) 5. Namun saat UN SMA, saya dapat 9," kata warga Asrama Polisi Ganten Blok E 4 RT 2 RW 3, Kelurahan Jurangombo Selatan, Kota Magelang, itu.

Sekeluarga bernama unik

Ternyata Goto kemudian meniru langkah ayahnya untuk memberi nama unik bagi anaknya. Dia memberi nama anak semata wayangnya dengan Virgenio Silvero Go To Paradise, yang kini baru berusia empat tahun.

Menurut Goto, nama anak perempuannya itu menjadi pengingat saat kali pertama membeli mobil merek Virginia warna silver (perak) dari hasil bisnis budidaya ikan lele. "Go To Paradise adalah 'pergi ke surga', dengan harapan, lewat sang anak, ia dan keluarga kelak bisa masuk surga," tambah dia.

Ternyata tidak hanya Goto dan putrinya yang memiliki nama unik. Kakak kandung Goto bahkan memiliki nama yang lebih unik, yaitu Happy New Year. Nama itu diberikan karena sang kakak lahir tepat pada tahun baru, 1 Januari 1978.

Adapun adik bungsunya bernama Rudi A Good Boy, yang lahir pada 11 Maret 1990. Dari ketiga anak bernama unik ini, hanya Andi yang mudah ditemui karena sehari-hari bekerja sebagai anggota dari bagian Sumber Daya Manusia Polres Magelang Kota. Adapun kakaknya, Happy, sibuk berbisnis pasir, sedangkan adiknya menjadi anggota TNI di Bandung, Jawa Barat. 
 
Astri.
 
 

Ada Kecelakaan, Polisi Justru Asyik Santap Nasi Bungkus di Pos

JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS - Kecelakaan tunggal menimpa seorang pengendara motor berjenis kelamin pria di Kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (1/9) malam.

Pria berjaket hitam ini diketahui warga sekitar melintas dalam kecepatan tinggi. Pantauan Tribunekompas, pria yang belum diketahui identitasnya ini nampak sempoyongan lantaran terpental hingga puluhan meter lebih.

Pria yang mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro B3165SIK mengalami luka serius di bagian wajahnya. Kejadian ini membuat warga kaget dan hanya mampu memandang pria yang dalam kondisi bersimbah darah tersebut.

Parahnya cairan darah korban yang sudah menempel di aspal membuat warga ketakutan untuk menolongnya.

"Ya ampun bang.. kenapa bisa begini sih bang. Masya Allah darahnya banyak sekali. Tolongin pak kasihan ini dia. Tolongin pak tolongin. Jangan sampai mati di jalan ini. Dibawa ke rumah sakit terdekat saja. Tolongin pak," ujar salah seorang warga yang menyaksikan dan berupaya mengajak warga untuk memberikan pertolongan terhadap pria tersebut.

Na'as, pria yang tengah duduk di tengah jalan ini kembali hanya menjadi tontonan warga sekitar.
Walaupun jalan dalam kondisi sepi, pria ini hanya sanggup duduk tak berdaya dengan kondisi luka parah.

"Nih orang sih kayaknya nggak mabuk pak. Cuma memang ini orang melaju kencang. Mungkin dia tidak melihat ada separator busway, langsung ditabraknya itu separator, sampai mental jauh terseret pak. Untung di belakangnya enggak ada kontainer," kata Yudhi (35) tukang ojek Kawasan Jalan Yos Sudarso.

Warga kesal
Tak lama, korban pun dipindahkan ke pinggir jalan oleh warga, agar tidak menganggu arus lalu lintas.
Korban mulai tak sadarkan diri, bahkan sempat memejamkan mata sambil duduk.

"Tolongin dong pak! Masya Allah bapak-bapak ini pada takut keluar duit ya. Dekat sini memangnya enggak ada pos polisi. Buta apa ya? Dilaporkan dong pak! Masa orang luka parah begini dilihatin? Mau ditungguin mati ini orang?" ucap salah seorang wanita.

Diketahui, hampir 20 menitan lebih polisi tak kunjung datang untuk memberikan pertolongan kepada pria tersebut.

Seorang wanita yang diketahui bernama Rina (35), warga Tanjung Priok sekaligus saksi mata, langsung melaporkan kejadian itu.

Rina yang saat itu marah-marah dengan warga lantaran tak ada upaya memberikan pertolongan untuk korban, kini Rina pun kembali meluapkan emosinya ke beberapa personel polisi yang ada di Pos Polisi Kawasan Kelapa Gading.

Rina mengatakan, laporannya sama sekali tidak digubris oleh anggota kepolisian yang berada di pos polisi Kelapa Gading, tak jauh dari lokasi kejadian.

Rina pun semakin geram, lantaran saat melapor ke salah satu polisi yang bekerja sebagai pengayom masyarakat di pos polisi, justru asyik sembari menyantap nasi bungkus sebagai menu makan malam.

"Ngomong katanya pengayom masyarakat. Saya melapor ada orang sekarat di jalanan, malah asyik makan nasi bungkus. Kurang ajar polisi zaman sekarang. Engak tahu etika sopan santun. Ini beneran ada kecelakaan tunggal loh mas. Kondisi korban berdarah-darah. Laknat polisi itu, gila," kata Rina.
Dikatakan Rina, korban sempat meminta pertolongan namun polisi hanya bisa diam.

Sementara tak hanya Rina yang meminta bantuan, sebelumnya juga ada warga lain yang sempat melaporkan kejadian itu.

"Nah saya balik lagi tuh ke pos, saya marah-marah di sana. Bayangin aja, sudah berkali-kali bolak-balik melapor, itu polisi malah tetep enggak dateng. Pas disamperin malah duduk-duduk doang. Kalau mati, ada yang tanggung jawab enggak nih," tuturnya.

Kejadian ini pun disaksikan oleh Ardan (21) yang kebetulan melaju di belakang korban.
Ardan yang tengah melaju dengan sepeda motor langsung menolong pria malang ini.

"Dia tadi di jalur busway, dia ngebut, terus kena separator. Terseret jauh tuh orang.Terus tadi dia-nya ini hanya bisa tergeletak dan enggak ada yang menolong satupun. Saya coba nolongin saya gugup takut lah. Untungnya sama warga dibantu dipindahin ke bahu jalan korbannya itu," katanya.

Korban pun yang belum sempat memberikan identitasnya itu langsung dievakuasi oleh mobil Honda Jazz putih B2878WM. Seorang pengendara Honda Jazz itu menolong yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

"Kita bawa ke Rumah Sakit Medi Rose, Jakarta Timur," ucap pengemudi Honda Jazz tersebut.
Diketahui sebelumnya, beberapa waktu lalu kasus pengabaian laporan warga ini juga pernah terjadi di Kawasan Cilincing, yakni di Jalan Cilincing, Jakarta Utara.

Saat itu korban yang menjadi aksi penodongan oleh bajing loncat (Bajilo) juga tidak ditanggapi laporannya oleh anggota polisi Polres Jakarta Utara.
 
Parman.

Bukti Korupsi Pertamina Foundation Satu Truk

JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS - Penggeledahan kantor Pertamina Foundation di wilayah Simprug, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2015), rampung. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menyita sejumlah alat bukti.

"Kami menyita 12 kontainer berisi dokumen, 12 CPU dan 2 unit laptop," ujar anggota Satgas Bareskrim Polri, AKBP Ma'mun, di lokasi penggeledahan.

Sejumlah alat bukti itu merupakan hasil dari penggeledahan penyidik selama sekitar 13 jam, mulai dari pukul 11.00 WIB dan selesai pukul 00.15 WIB.

Selama itu, penyidik mencari alat bukti di empat ruangan, yakni kantor direktur, bendahara, pendataan dan perencanaan.

"Apa yang dicari oleh penyidik, intinya sudah didapatkan. Tinggal kita analisis saja," lanjut Ma'mun.
Pantauan Kompas.com, sejumlah alat bukti yang disita itu diangkut ke Bareskrim Mabes Polri menggunakan truk angkut personel ukuran besar.

Sekitar 20 anggota Brimob Polri turut serta mengawal perjalanan alat bukti tersebut.

Sebelumnya, penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri mengusut perkara dugaan korupsi di tubuh Pertamina Foundation melalui program menanaman 100 juta pohon di seluruh Indonesia.

Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Victor Edison Simanjuntak mengatakan, dari dokumen pencairan dana CSR, Pertamina Foundation menggelontorkan ratusan miliar untuk program penanaman 100 juta pohon. Pelaksanaan program itu pun melibatkan relawan.

Victor mengatakan, penyidiknya menduga ada penggelapan dana melalui pemalsuan tanda tangan relawan dalam program itu.

Penyidik memperkirakan, total kerugian negara dalam program itu mencapai Rp 226,3 miliar. Namun, penyidik masih membutuhkan analisis dari lembaga audit negara.

"Kasus ini sudah tahap penyidikan. Tapi belum ada tersangka. Sabar sedikit soal tersangka itu," ujar Victor.

Parman.

Rabu Harga Minyak Jatuh Tertekan Data Manufaktur Tiongkok

NEW YORK, TRIBUNEKOMPAS - Harga minyak dunia jatuh pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena data manufaktur mengecewakan di Tiongkok, konsumen energi terbesar di dunia, memukul prospek permintaan dan mengguncang kepercayaan pasar.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, kehilangan 3,79 dolar AS, atau 7,7 persen, menjadi ditutup pada 45,41 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Aksi jual menghentikan kenaikan kuat WTI selama tiga hari berturut-turut yang telah mendorong kontrak berjangka naik lebih dari 27 persen, berbalik naik (rebound) dari tingkat terendah enam setengah tahun.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober berakhir di 49,56 dolar AS per barel, menukik 4,59 dolar AS, atau 8,5 persen, dari penutupan Senin.

Kesulitan ekonomi Tiongkok sekali lagi memukul pasar di seluruh dunia. Data resmi yang dirilis pada pagi hari menunjukkan sektor manufaktur kunci negara itu terhenti pada Agustus. Indeks pembelian manajer (PMI) merosot ke terendah dalam tiga tahun di 49,7 pada Agustus dari 50,0 pada Juli. Angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

Raksasa keuangan AS Citigroup mengatakan bahwa Tiongkok mendorong harga komoditas-komoditas, termasuk minyak, lebih rendah "yang belum pernah sebelumnya."
"Kami perkirakan Tiongkok akan terus menekan turun harga komoditas dalam beberapa bulan mendatang," katanya.

Pertumbuhan manufaktur juga tampak terhenti di ekonomi utama dunia Amerika Serikat. Indeks pembelian manajer (PMI) sektor manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) meluncur lebih dekat dengan kontraksi pada Agustus, jatuh menjadi 51,1, terendah tahun ini, dari 52,7 pada Juli.

Para analis mengatakan kelebihan pasokan minyak mentah global tetap menjadi hambatan pada harga, meskipun berbalik naik tajam dalam tiga hari terakhir.

"Meskipun produksi AS telah mulai turun, produksi Juni masih
naik 7,1 persen dibanding setahun lalu," kata Nicholas Teo, analis pasar di CMC Markets.

"Dalam waktu dekat, ada kemungkinan akan sedikit atau tidak ada bantuan baik pada sisi pasokan atau permintaan," kata konsultan bisnis IHS.

"Secara khusus, masalah kelebihan pasokan bisa memakan waktu yang lama untuk terkoreksi." 
 
Ant/Alex.

DKI Rugi Rp 800 Miliar di Sumber Waras

JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS - Kerugian yang ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di kasus Rumah Sakit Sumber Waras (RSS) ternyata bukan Rp 191 miliar.

"Sebenarnya indikasi kerugian daerahnya bukan sebesar itu, tapi Rp 800 miliar," ujar Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, kemarin.

Selama ini diberitakan jika tanah seluas 3,64 hektar di Kiai Tapa Grogol yang dibeli Pemprov DKI untuk membangun rumah sakit khusus jantung dan kanker dari Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSS) terindikasi merugikan keuangan daerah sebesar Rp 191.3 miliar.

Jumlah kerugian ini merujuk pada laporan hasil pemeriksaan BPK atas selisih harga jual tanah yang ditawarkan pihak YKSS kepada PT Ciputa Karya Unggul (CKU) dan harga jual yang disepakati Pemprov DKI. Pihak YKSS sepakat menjual harga tanah Rp 15,5 juta per meternya kepada pihak CKU, sementara dibeli oleh Pemprov DKI per meternya Rp 20,7 juta.

Namun kata Sugiyanto yang pada 27 Agustus kemarin melaporkan kasus RSSW ke KPK, total lost di kasus ini adalah sebesar Rp 800 miliar karena pemprov DKI sebenarnya tidak perlu membelinya. Ada banyak tanah milik pemprov yang layak dibangun rumah sakit kanker dan jantung.

Angka Rp 800 miliar karena faktanya dana sebesar itulah yang dikeluarkan Pemprov DKI untuk bisa memiliki tanah tersebut. Angka ini terdiri dari Rp 755,5 miliar belanja modal tanah yang dibayarkan ke pihak YKSS, biaya pendukung pembelian tanah (PPHTB) sebesar Rp 11.5 miliar, biaya notaris pendukung pembelian tanah sebesar Rp 7,5 miliar, biaya jasa penilaian publik Rp 300 juta, biaya pengurusan sertifikat tanah dan balik nama sebesar Rp 22,7 miliar, kemudian biaya PNDP 0,3 persen senilai Rp 267,1 juta.

"Tanah milik pemprov yang ada di sejumlah wilayah itu lebih sesuai dengan hasil kajian Tim Dinkes.  Hasil kajian Dinkes untuk pembangunan rumah sakit lokasi tanah harus siap bangun, bebas banjir, akses jalan besar, jangkaun pelayanan dan kemudahan akses pencapaian, dan luas tanah minimal 2500 meter. Nah, tanah milik YKSS yang dibeli pemprov tidak memenuhi kriteria-kriteria tersebut," paparnya.

Tanah milik DKI yang layak dibangun misalnya tanah di Jalan MT Haryono kav 35,36,37 seluas 12.000 meter persegi. Saat ini tanah dalam kondisi kosong, akses jalan utama pinggir tol, dekat areal Rumah Sakit Pusat Otak Nasional dan Rumah Sakit Tebet.

Kemudian, kata Sugiyanto yang sudah mengecek lokasi tanah YKSS, bisa juga rumah sakit dibangun di atas tanah milik DKI di Jalan Rumah Sakit Fatawati Jakarta Selatan. Tanah seluas 878 ribu meter persegi ini jelas sangat bisa digunakan untuk rumah sakit.

Lalu, tanah seluas 20 ribu meter persegi di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Timur. Tanah di Jalan Pulit Raya Nomor 1 Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok. Tanah di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan seluas 6524 meter persegi. Tanah di Jalan Kampung Rambutan Ciracas Jakarta Timur seluas 9754 meter persegi. Atau bisa juga tanah di jalan Pisangan Timur Pulo Gadung seluas 8545 meter, dan di Ujung Menteng, Cakung seluas 57690.

Atau bisa juga, Pemprov DKI menggunakan tanah milik mereka yang diserahkan ke PT Transjakarta di depo-depo. Dalam laporan BPK misalnya disebut ada di depo Pinang Ranti seluas 21 ribu meter persegi, depo Pesing 12.440 meter, depo Kramat Jati seluas 3.757 meter persegi, atau depo Perintis Kemerdekaan seluas 8.926.

"Dana Rp 800 miliar sudah ditransfer dari Bendahara Umum Daerah DKI dengan SP2D BUD nomor 00143332014 tanggal 22 Desember 2014 ke rekening bendahara pengeluaran Dinkes DKI. Jadi kerugian DKI sejumlah itu. Mestinya DKI tidak usah membeli lahan dan dana Rp 800 miliar itu bisa digunakan untuk keperluan lain yang lebih penting untuk masyarakat," demikian Sugiyanto sambil menunjukan laporan hasil analisa BPK atas keuangan DKI tahun 2014. 

Ma'ruf.

Hari Ini Jokowi Lantik Kepala Staf Presiden

JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengantongi nama pengganti Luhut Panjaitan yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolhukam).

Kepala Staf Presiden yang baru dijadwalkan akan dilantik hari ini Rabu, 2/9 pukul 09.00 di Istana Negara, Jakarta.

Begitu diinformasikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat dihubungi Rabu pagi.

Pelantikan itu menepis isu yang selama ini beredar termasuk menjawab pertanyaan soal eksistensi Kantor Staf Kepresidenan pasca-Luhut menjadi Menkopolhukam.

Tersiar informasi di kalangan pejabat negara, satu kandidat kuat yang dipastikan ditunjuk Jokowi menggantikan Luhut adalah duta besar RI untuk Filipina, Letnan Jenderal TNI (Purn) Johny Josephus Lumintang yang pernah menjabat Pangkostrad. Namun nama orang dekat Luhut ini belum terkonfirmasi.

Pramono ditanyakan tentang nama ini enggan berkomentar.

Belum lama ini tepatnya pada Kamis (27/8) lalu digelar pelantikan terhadap Mayjen TNI Andogo Wiradi sebagai Deputi V Bidang Analisis Data dan Informasi Strategis. Andogo dilantik sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 133/M Tahun 2015 tanggal 20 Agustus 2015 tentang Pengangkatan Deputi di Lingkungan Kantor Staf Presiden.

Tomy.

Demo Besar Itu Ledakan Politik yang Selama Ini Tersumbat

JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS - Selain memberikan gambaran bahwa isu korupsi dan abuse of power di kalangan pejabat tinggi masih cukup kuat dan juga ada masalah politik, apa yang terjadi di Malaysia saat ini juga menggambarkan menguatnya arus demokrasi di Malaysia, meskipun masih sangat berat.

Demikian disampaikan cendekiawan muslim pemerhati Malaysia yang juga Lektor Kepala Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Sudarnoto Abdul Hakim, Selasa malam (1/9).

"Perjalanan demokrasi memang berat. Paling tidak semenjak tahun 1970-an upaya ini terus dilakukan antara lain  digerakkan oleh ABIM yang saat itu dipimpin oleh Anwar Ibrahim," ungkap Sudarnoto.

Menurut Sudarnoto, isu hubungan antar etnis dan agama yang seimbang tanpa diskriminasi, keadilan ekonomi, kebebasan bersarikat dan berpendapat yang terganggu dengan adanya Internal Securiy Act (ISA), keadilan hukum dan lain-lain merupakan isu penting dalam berdemokrasi di Malaysia yang hingga saat ini masih bermasalah. Kran-kran demokrasi nampak sangat terhambat dan ini akan membahayakan perkembangan dan masa depan di Malaysia.

"Demo besar yang terjadi di Malaysia adalah ledakan politik sebagai akibat dari sumbatan sumbatan tersebut meskipun PM Najib nampak berusaha dengan keras menghambat dan mengancam," ungkap Sudarnoto, yang juga juga Ketua Dewan Pakar Kornas Forum Keluarga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM).

Tomy.

Jaksa Cecar 5 Saksi soal Pekerjaan Saluran Air di Kasus Korupsi Sudin PU Jakbar

JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS - Jaksa penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 5 orang saksi terkait kasus dugaan korupsi dana kegiatan swakelola pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat tahun anggaran 2013. Kelima saksi itu dicecar mengenai pekerjaan saluran air yang diduga fiktif.

"Untuk 3 orang saksi dicecar mengenai kronologi benar atau tidaknya terdapat pekerjaan pemeliharaan infrastruktur saluran lokal, pemeliharaan saluran drainase jalan, pengerukan dan perbaikan saluran penghubung dan refungsionalisasi sungai atau kali dan penghubung di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk yang dilaksanakan oleh para saksi pada periode April 2013 sampai dengan Agustus 2013 termasuk pertanggungjawaban hasil pelaksanaan pekerjaan," kata Kepala Pusat Penerangan Umum (Kapuspenkum) Tony T Spontana di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (31/8).

Ketiga saksi yang dimaksud yaitu Rd Sugiyarto (Kasi Kec Kebon Jeruk Sudin PU Tata Air Jakbar), Salim (Staf Seksi Kec Kebon Jeruk Sudin PU Tata Air Jakbar) dan Aswad (Staf Seksi Kec Kebon Jeruk Sudin PU Tata Air Jakbar). Selain itu ada pula 2 saksi lainnya yaitu Surana dan Samsudin, keduanya merupakan Staf Sudin PU Tata Air Jakbar.

"Untuk 2 saksi berikutnya diperiksa soal kronologis pembuatan dokumen-dokumen nama-nama pekerja yang diduga fiktif dalam pekerjaan pemeliharaan infrastruktur saluran lokal, pemeliharaan saluran drainase jalan, pengerukan dan perbaikan saluran penghubung dan refungsionalisasi sungai atau kali dan penghubung di seluruh wilayah Jakarta Barat untuk periode April 2013 sampai dengan Agustus 2013," ucap Tony.

Dalam kasus ini, jaksa telah menetapkan 3 orang tersangka. Ketiga tersangka pernah menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat yaitu Wagiman, Monang Ritonga dan Pamudji. Wagiman sendiri pernah menjabat posisi itu pada periode April 2013-Agustus 2013, Monang Ritonga pada periode November 2012-April 2013 dan Pamudji pada periode Agustus 2013-Desember 2013.

"W saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Sistem Aliran Barat Dinas Tata Air Pemprov DKI, MR menjabat sebagai Kepala Bidang Sungai dan Pantai Sistem Aliran Timur Dinas Tata Air Pemprov DKI, serta P menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Pusat," ujar Tony.

Selain itu, Tony memaparkan bahwa kasus itu berasal dengan adanya kegiatan pekerjaan swakelola pada Sudin Pekerjaan Umum Tata Air Jakbar tahun 2013 sebanyak 4 pekerjaan senilai kurang lebih Rp 66.649.311.310. Pekerjaan itu berupa pemeliharaan infrastruktur saluran lokal, pemeliharaan saluran drainase jalan, pengerukan dan perbaikan saluran penghubung dan refungsionalisasi sungai dan penghubung.

"Dalam pelaksanaannya diduga tidak sesuai dengan pertanggungjawaban laporan kegiatan maupun laporan keuangan mengingat terdapat pemalsuan dokumen di dalam kedua laporan tersebut yang seolah-olah telah dilaksanakan oleh pihak ketiga," kata Tony.

Jaksa menyebut kerugian negara untuk sementara Rp 19.932.825.000 yang didapat dari pemotongan anggaran kegiatan yang dilakukan oleh ketiga tersangka dengan rincian sebagai berikut:

a. Rp 3.984.697.000 oleh tersangka MR
b. Rp 7.036.653.000 oleh tersangka W
c. Rp 8.911.475.000 oleh tersangka P

Alex.

Kapolda Metro Larang Personel Pengamanan Unjuk Rasa Bawa Pistol

JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Tito Karnavian menegaskan, tidak ada personel yang dipersenjatai pistol dalam mengamankan aksi unjuk rasa buruh di Istana Negara, Jakpus, Rabu, (1/9) besok.

Anggota yang berhadapan dengan massa tidak ada yang diperkenankan membawa senjata api.

"Tidak boleh (bawa senjata api). Anggota tidak ada yang bersenjata api," tegas Kapolda Irjen Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/8).

Kendati demikian, ada sebagian kecil polisi khusus yang dipersenjatai pistol. Namun ia tekankan, hal ini dipersiapkan untuk menghadapi situasi kontijensi saja.

"Ada tim khusus yang terbatas jumlahnya dan sangat terkoordinir, kalau terjadi kontijensi. Tapi itu jumlahnya kecil sekali," imbuhnya.

Senjata api tersebut tidak boleh dikeluarkan selama mengamankan aksi unjuk rasa. Penggunaan senjata api itu sendiri diatur dalam Perkap No 01 dengan melalui tahapan-tahapan SOP pembubaran massa dari tingkat ringan hingga diperlukan pembubaran aksi massa yang sudah anarkis dan cenderung membahayakan keselamatan polisi dan masyarakat.

Untuk mengamankan aksi demo ini, Polda Metro Jaya menyiagakan 8.542 personel yang melibatkan unsur Satuan Sabhara, Satuan Brimob, Satuan Lalu Lintas, Satuan Intelkam dan Satuan Reserse. Sementara massa yang akan turun ke jalan diperkirakan mencapai 41 ribu orang.

Titik konsentrasi massa terpusat di Istana Negara. Massa akan melakukan aksi longmarch dari Bundaran Air Mancur hingga ke depan Istana Negara.

Bayu.

Buruh Mau Demo, Bisa Bikin Investor Tak Percaya

JAKARTA, KONTRAS - Rencana para buruh menggelar demo besok, 1 September 2015 ditanggapi pelaku usaha. Menurut pengusaha, kondisi ekonomi Indonesia yang sedang bergejolak, perlu dukungan semua pihak untuk dapat membantu pemerintah mengatasi tantangan ekonomi.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, dalam situasi seperti ini dibutuhkan kerjasama, kekompakan untuk terciptanya iklim usaha dan investasi yang kondusif, sehingga kepercayaan pasar dan investor terhadap ekonomi Indonesia semakin besar. Sehingga nilai rupiah kita perlahan lahan tapi pasti semakin menguat.

"Termasuk dalam hal kaum buruh yang akan turun demo pasda tanggal 1 September 2015 agar dapat mempertimbangkan rencana tersebut. Di kala kondisi ekonomi kita seperti ini,buruh demo kelihatannya kurang tepat dan makin menambah ketidak percayaan investor kepada kita," kata anggota dewan pengupahan DKI Jakarta, Senin (31/8)

Ia mengatakan, seharusnya aspirasi buruh yang ingin disampaikan kepada pemerintah tidak perlu turun ke jalan, karena akan mengganggu aktivitas perdagangan dan bisnis. Alangkah baiknya aspirasi itu disampaikan melalui dialog atau dengan audensi akan lebih efektif dan terarah dari pada harus demo kejalanan yang menurunkan produktivitas pekerja.

Beberapa aspirasi buruh yang ingin disampaikan antara lain:

  • Permintaan menurunkan harga barang pokok dan BBM.
  • Meminta pemerintah untuk mengambil langkah-langkah untuk tidak terjadinya PHK besar-besaran akibat dampak kurs rupiah yang semakin melemah dan menurunnya daya beli masyarakat akibat pertumbuhan ekonomi kita tidak sesuai target.
  • Memproteksi masuknya tenaga kerja asing.
  • Kenaikan upah minimum tahun 2016 sebesar 25%.
  • Merevisi jaminan kesehatan, jaminan pensiun, perbaikan aturan kesehatan dan keselamatan kerja dan pengadilan Hubungan Industrial dengan merevisi UU 2/2004.
"Semua tuntutan tersebut semuanya ada pada kebijakan pemerintah. Jika belum puas perwakilan buruh melalui Serikat Pekerja dapat meneruskan aspirasi tersebut ke DPR dan DPD yang kita yakini mampu memperjuangkan aspirasi tersebut," katanya.

Ia berharap, para buruh bisa manfaatkan institusi formal yang tersedia untuk menyalurkan aspirasi dan mengurangi aksi demo turun ke jalan dalam rangka menjaga iklim usaha dan investasi yang kondusif.


"Di era AEC (ASEAN Economic Community) 2015 yang akhir tahun ini akan diberlakukan tidak tepat lagi buruh demo turun ke jalan, karena persaingan dengan tenaga kerja dari 9 Negara ASEAN lainnya akan terbuka. Buruh kita harus meningkatkan kompetensi, skill, dan produktivitas untuk dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri," katanya.

Sarman juga menanggapi soal permintaan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2016 sebesar 25% masih terlalu dini dibicarakan, karena Dewan Pengupahan sampai saat ini masih dalam proses survei. Khusus di DKI Jakarta, Dewan Pengupahan akan melakukan survei sebanyak 4 kali dan saat ini sudah dilaksanakan sebanyak 2 kali untuk menetapkan angka KHL, sebagai dasar perhitungan untuk menetapkan besaran kenaikan UMP 2016.

Sampai saat ini dewan pengupahan masih memakai peraturan yang ada dalam melakukan survei maupun menetapkan UMP 2016. Ia berharap agar kaum buruh/pekerja dalam menuntut kenaikan UMP 2016 tidak berlebihan,harus melihat realitas yang ada yaitu situasi dan kondisi ekonomi terkini.

"Kita harapkan pada kondisi seperti ini dunia usaha jangan melakukan PHK, sembari kita menunggu langkah konkret pemerintah untuk memulihkan kembali perekonomian kita dari keterpurukan," katanya.

Tomy.



Dua Perguruan Silat Bentrok Sudah Ada Titik Terang

SLOGOHIMO, TRIBUNEKOMPAS - Ratusan massa dari luar Wonogiri mendatangi Polsek Slogohimo, Senin malam. Kedatangan massa itu terkait dugaan pengeroyokan yang menimpa salah satu anggota perguruan silat hingga opname di Rumah Sakit Amal Sehat (RSAS) Slogohimo. Aksi  massa baru selesai pada Selasa dinihari sekitar pukul 01.30 WIB.

Informasi, Selasa, ratusan massa yang diduga berasal dari Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Ponorogo datang ke Polsek Slogohimo sekitar pukul 20.15 WIB. Mereka menumpang berbagai alat transportasi, baik sepeda motor, truk maupun mobil. 

Kedatangan mereka untuk bersolidaritas atas kabar salah satu rekan perguruan persilatan dikeroyok. Akibatnya, seorang yang bernama Sholeh Bayu Saputro, 15, warga Desa Pelem, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri terluka dan opname di RSAS Slogohimo.

Kapolres Wonogiri, AKBP Windro Akbar Panggabean melalui Wakapolres Wonogiri, Kompol Muhammad Fachrudin, menjelaskan, dua orang dimintai keterangan polisi. Wakapolres Wonogiri, menjelaskan, penanganan dugaan pengeroyokan di Slogohimo ditarik ke Polres Wonogiri.

Dijelaskannya, dua orang berinisial P dan K, keduanya warga Wonogiri dibawa ke Polres Wonogiri guna menjalani pemeriksaan. Mantan Kasat Intelkam Polres Wonogiri ini membenarkan, Senin malam Polsek Slogohimo didatangi seratusan warga salah satu perguruan persilatan dari Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Ponorogo. 

“Senin malam, massa datang ke Polsek (Slogohimo) untuk bersolidaritas terhadap rekannya bernama Sholeh yang dikabarkan dikeroyok.”


Wiwik. B.

Pentas Wayang Kulit Pengrawit Dari Amerika

WONOGIRI, TRIBUNEKOMPAS - Pentas wayang kulit spektakuler di Sendang Sinangka, Kamis malam sampai Jumat dinihari, lalu, diiringi pula seniman pangrawit dari Amerika, Philip, yang menabuh gender. Pagelaran ringgit purwo (wayang kulit) ini, diselenggarakan oleh komunitas masyarakat spiritual yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Mangku-Negaran (HKMN) Suryosumirat. 

Sendang Sinangka, dikenal sebagai salah satu petilasan pertapaan RM Said atau Pangeran Sambernyawa, sewaktu melakukan perang Samernyawan melawan penjajah Belanda dan ketidakadilan keraton di era tahun 1740-an. Langgam 'Ngimpi' diciptakan oleh komponis tembang Jawa Mujoko. Nyanyian ini biasa diawali dengan bowo (pembuka): ''Ngamboro ing awang-awang. Hangelangut bebasan tanpo tepi.......Kemudian diakhiri dengan bait: ''Kuciwane, kabeh mau amung ngimpi.

''Di kalangan penyanyi Jawa, tembang ini gampang didendangkan. Bagi warga manca negara, syair yang Njawani ini memiliki kesulitan tinggi untuk dikuasainya. Namun tidak bagi pesiden Megan Collins Donoughu William. 

Putri asal Amerika ini, mampu menembangkan, ketika ikut tampil pentas wayangan di Sendang Sinangka, Desa Keloran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Putri musisi dan komposer California ini, sejak tahun 2005 telah gandrung pada kesenian wayang kulit, dan sekitar tiga tahun terakhir ini fokus mendalami olah suara jadi waranggana (pesiden). 

Megan yang vokalis dan compeser ini, sering tampil ikut pentas bersama dalang kondang seperti Ki Anom Suroto, Ki Manteb Sudarsono, Ki Entus Susmono, Ki Soenaryo (mantan Wakil Gubernur Jatim). Kuartet Dalang ''Wayangan ini, sekaligus untuk media malam tasyakuran dalam memperingati HUT Ke 70 Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2015,'' tegas Mulyanto. 

Ketua HKMN Suryosumirat Cabang Selogiri ini, menyatakan, pagelaran ringgit purwo semalam suntuk ini, menampilkan dalang Ki Midiyanto MA, dosen University of California USA, berkolaborasi dengan dalang Ki Catur Teguh Wiyono, Ki Endra dan Ki Wisata. Kuartet dalang ini, mementaskan lakon Semar Mbangun Kahyangan. 

Gaya sinden Megan, memposisikan diri sebagai sinden yang fasih bahasa Jawa, bukan bule yang baru belajar bahasa dan nyinden. Ketika berdialog dengan ki dalang, selalu menjawab dengan bahasa Jawa yang lebih tinggi dan sulit. Bahkan tidak segan melontarkan jawaban yang menohok, ketika kepadanya dikerjai oleh dalang. Mulyanto, tokoh seniman Jawa penerima anugerah Panca Warsa Abdi Warta dari Pemkab Wonogiri ini berkata: 

''Ini pentas wayang kulit yang spektakuler dan unik. Mengapa ? Karena diiringi oleh waranggana dan pengrawit dari negara adi kuasa.'' Sebelum pementasan, dilakukan upacara pelantikan Juru Kunci Sendang Sinangka, Karmin, oleh Ketua HKMN Suryo Sumirat Cabang Selogiri, Mulyanto. Pementasan wayang kulit kali ini, mengambil thema ''Ayoo tresna budaya, kanggo kuncaraning bangsa Indonesia (Ayoo mencintai budaya, untuk citra keagungan bangsa Indonesia). 

Juga dipentaskan tari gambyong oleh trio remaja putri, yakni Lina, Neo dan Sekar. Kata Mulyanto, kehadiran sinden Megan dan pangrawit dari Amerika ini, patut menjadi bahan introspeksi bagi kita semua. ''Ketika anak-anak muda kita makin jauh dari seni tradisi, justru orang bule jatuh cinta pada seni budaya kita. Ironis ketika Megan lebih fasih nyinden dan Philip lebih mahir nabuh gamelan, dibandingkan dengan generasi muda kita,'' ujar Mulyanto. 

Wiwik. B. 

SUKSESKAN..

SUKSESKAN..

PERUM BULOG DIVRE DKI JAKARTA

PERUM BULOG DIVRE DKI JAKARTA

FOTO BERITA

FOTO BERITA
PILKADA YANG TIDAK IDEAL: Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhroh, menilai bahwa pemilihan kepala daerah serentak yang rencananya digelar pada Desember tahun ini bukan pilkada yang ideal. Banyak persoalan yang belum diantisipasi dalam Undang-Undang Pilkada. Menurut Siti, pelaksanaan pilkada ini juga tergesa-gesa mengingat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 yang mengatur tentang pemilihan kepala daerah baru diterbitkan beberapa bulan lalu. "Jadi, ini memang pilkada yang tidak ideal karena undang-undangnya begitu disahkan, langsung tahapan pilkada dimulai. Jadi, bagaimana ini? Ada semacam urgensi yang mendesak sehingga harus segera mungkin pilkada serentak," kata Siti dalam diskusi yang digelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Jakarta, Jumat (7/8). Ia menilai Undang-Undang Pilkada tersebut perlu diperbaiki. Siti yang pernah tergabung dalam tim perumus undang-undang ini mengakui bahwa undang-undang tersebut belum mengantisipasi kemungkinan terjadinya masalah dalam pilkada, termasuk masalah calon tunggal. "Ada kesalahan juga dari DPR yang mengesahkan karena tidak antisipatif pasal, tidak memprediksi," ucap dia. /Tribunekompas/Tok.

VIDEO PENGAMBILAN NOMOR RICUH

.

.

POPULAR NEWS

.

.

LOWONGAN

LOWONGAN

SEJARAH KERATON MANGKUNEGORO

DEMO RIBUAN BURUH DI JAKARTA

.

.

.

.
 
Copyright © 2008. Tribunekompas - All Rights Reserved