TRIBUNEKOMPAS.COM -- Menyajikan Informasi Faktual, Santun dan Berimbang, Menampung Aspirasi Tanpa Berpihak, secara Online -- Informasi/Pemasangan Iklan Hubungi Redaksi: Tribunekompas di Tlp/Fax: (021) 77882402, 95887864, 7752029. Email: koran_tribunekompas@yahoo.com / korantribunenews@gmail.com -- Website: www.tribunekompas.com

Hazard Jadi Pemain Bergaji Tertinggi di Chelsea

Hazard Jadi Pemain Bergaji Tertinggi di Chelsea
(TRIBUNEKOMPAS, LONDON) - Eden Hazard akan menjadi pemain bergaji tertinggi di Chelsea setelah meneken perpanjangan kontraknya untuk lima tahun ke depan. The Telegraph, harian yang terbit di Inggris, menyebutkan Hazard akan menerima gaji sebesar 200 ribu pound sterling atau Rp 3,8 miliar per pekan. "Gaji ini bahkan lebih tinggi dari Cesc Fabregas dan Diego Costa," tulis Telegraph, Selasa, 16 September 2014. Hazard dikabarkan telah meneken perpanjangan kontrak yang disodorkan Chelsea. Dengan begitu, Hazard akan tetap membela The Blues, julukan Chelsea, hingga 2019. Sebenarnya, kontrak awal Hazard di Chelsea baru akan berakhir 2017. Namun Chelsea perlu memperpanjang kontrak tersebut karena Hazard terus diincar Paris Saint-Germain. Dengan gaji 200 ribu pound sterling per pekan, maka gaji Hazard menyamai gaji yang diterima kapten Manchester United Wayne Rooney. /By: Tommy.

Senin, 09 Januari 2012

Bayi Perempuan Dibuang di Pasar Purwantoro

/ On : 7:18:00 AM/ Terimakasih telah menyempatkan waktu untuk berkunjung. Berikanlah kritik, saran dan masukan dengan memberikan komentar.
WONOGIRI, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Wiwik Budipriyanto.


- Bayi perempuan yang diperkirakan berumur sepuluh sampai 15 hari ditemukan oleh pedagang sayur di area Pasar Purwantoro, Minggu dini hari (8/1) sekitar pukul 02.30 WIB.

Saat ditemukan oleh pedagang sayur asal Ponorogo bayi dalam kondisi dimasukkan ke dalam tas plastik hitam dengan kepala berada di luar dan tubuh bayi digedong kain jarik. Setelah dilaporkan kepada pihak polisi, bayipun dibawa ke rumah salah satu bidan di Dusun Karanglo, Desa Tegalrejo, Kecamatan Purwantoro.

"Sekitar jam 03.00 WIB pak polisi mengetuk pintu rumah. Ternyata membawa bayi tadi. Saat dibawa ke sini kondisi bayi dalam keadaan basah dan hanya digedong kain jarik, kainnya juga hanya setengah. Di muka bagian atas banyak titik-titik merah bekas digigit nyamuk.

Bayi ditaruh di rak depan salah satu toko yang biasanya digunakan untuk memajang dagangan," jelas Budi Haryanto, suami dari bidan Harni yang kini merawat bayi tersebut. Harni menambahkan perkiraan usia bayi sudah sepuluh hingga 15 hari karena tali pusar sudah puput. Pun bayi nampak bersih terawat. Di dalam tas plastik juga ditemukan satu dot bayi.

"Kalau secara kondisi bayi sehat, hanya saja ada bekas gigitan nyamuk di muka terutama bagian tengah hingga ke kepala. Panjang bayi 48 sentimeter dengan berat badan 2,7 kilogram," katanya.

Sejak datang ke rumah mereka, bayi terlihat kelaparan. Susu formula pun lalu diberikan dan langsung diminum. Sejak itu hingga kemarin siang, bayi tenang dan tidak rewel. Budi pun belum bisa memastikan apakah akan merawat bayi itu. Dia kini sudah dikaruniai empat anak laki-laki.

"Kalau anak sudah empat, tapi cowok semua. Kalau ini memang cewek, tapi nanti nunggu polisi bagaimana. Kalau memang ada yang ingin merawat dipersilakan," katanya.

Sementara itu rak yang berada di toko milik Wahyu terbuat dari papan dicat coklat. Posisi bayi ada di rak paling atas, sehingga misalkan saja bayi tidak digedong, bisa saja terjatuh.

"Kalau toko sore tutup barang dagangan dimasukkan. Baru buka setelah Shubuh, jadi saya juga sudah tidak tahu. Hanya saja kalau jam 02.00 WIB memang sudah banyak pedagang sayur yang datang menurunkan sayur. Tadi Pak Jemiyo tukang sayur orang Ponorogo yang tahu. Katanya dengar ada suara seperti bayi, dikira kucing. Setelah didekati, ya bayi tadi,"

jelas Ny. Wahyu.Dari keterangan beberapa warga yang biasa di pasar, kemungkinan pelaku membuang bayi sebelum pukul 02.00 WIB. Karena mulai pukul 02.00 WIB pasar sudah ramai dengan pedagang sayur.

Letak toko yang dekat dengan jalan raya. Hanya terpisah tiga kios sebelum pinggir jalan raya. Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika melalui Kapolsek Purwantoro AKP Made Ngurah Mastika mengatakan belum bisa dipastikan apa motif dari pembuangan bayi itu. Berbagai kemungkinan mulai dari anak hasil hubungan gelap hingga alasan ekonomi bisa menjadi motif.

0 komentar:

Poskan Komentar

BANK ARTHA GRAHA INTERNATIONAL

Lowongan Reporter

*STOP PRESS*--Dibutuhkan reporter untuk seluruh wilayah negara tercinta Republik Indonesia, Asia dan Eropa. Kirimkan CV anda melalui email: korantribunenews@gmail.com atau hub: 021-77218057, 95887864. -

Iklan Anda

Iklan Anda

Iklan

Iklan
Silahkan tulis dan kirim semua gagasan serta uneg-uneg anda seputar apapun di rubrik ini. Surat, Opini, SMS pembaca harap santun tidak berbau Sara dan wajib disertakan nama dan nomor HP anda untuk dapat di muat. Kirim lewat e-mail: redaksitribunekompas@gmail.com - korantribunenews@gmail.com atau SMS kirim ke nomor Esia: 021-95887864, Simpati: 081210724589 --

HAL. OPINI-ON

Pembaca yang terhormat, silahkan klik dan baca E-Paper Tribunekompas (Group Tribunekompas) -
HAL 2, TRIBUNE COROUPTION NEWS

Hal. Misteri Politik

HAL 3, TRIBUNE HUKUM & KRIMINAL
HAL 4, TRIBUNE DEPOK
HAL 5, TRIBUNE JABOTABEK
HAL 6, TRIBUNE INTERNATIONAL
HAL 7, TRIBUNE PARLEMENT
HAL 8, TRIBUNE NASIONAL
HAL 9, TRIBUNE NUSANTARA