TRIBUNEKOMPAS.COM -- Menyajikan Informasi Faktual, Santun dan Berimbang, Menampung Aspirasi Tanpa Berpihak, secara Online -- Informasi/Pemasangan Iklan Hubungi Redaksi: Tribunekompas di Tlp/Fax: (021) 77882402, 95887864, 7752029. Email: koran_tribunekompas@yahoo.com / korantribunenews@gmail.com -- Website: www.tribunekompas.com

Mengapa Para Korban dalam Video Pemenggalan ISIS Tampak Tenang?

Mengapa Para Korban dalam Video Pemenggalan ISIS Tampak Tenang?
(TRIBUNEKOMPAS, ANKARA) — Sejumlah video pembunuhan yang diedarkan Negara Islam atau ISIS sering membuat para pemirsa bingung tentang kondisi sesungguhnya dari apa yang ditampilkan dalam video-video itu. Video-video ISIS tentang pemenggalan, misalnya, tidak menampilkan aksi pemenggalan itu sendiri. Hal itu pada awalnya menyebabkan sejumlah orang berspekulasi bahwa video-video tersebut mungkin palsu. Hal yang lebih bikin bingung lagi, para sandera tampak tenang ketika berbicara ke arah kamera. Mengapa sandera mematuhi propaganda ISIS, jika mereka tahu bahwa hal itu akan mengakibatkan kematiannya? Sejumlah orang bahkan menduga bahwa mungkin para sandera telah membuat kesepakatan dengan para penculiknya demi sebuah kematian yang lebih manusiawi./By: Tommy.

Rabu, 22 Februari 2012

Anton Medan Anggap Polisi Amatir

/ On : 7.29.00 PM/ Terimakasih telah menyempatkan waktu untuk berkunjung. Berikanlah kritik, saran dan masukan dengan memberikan komentar.
JAKARTA, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Anton.


- Anton Medan yang pernah malang melintang di dunia kriminaltias angkat soal penembakan John Kei. Menurut Anton, ketika membekuk John Kei, Jumat, 17 Februari 2012, di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta, polisi bertindak tidak profesional. "Masa satu orang diserbu dengan puluhan polisi bersenjata lengkap?"

Dia menambahkan, polisi sebetulnya tak perlu membuang tembakan bahkan menembak John Kei karena dia tidak melawan. Saat itu, jelas pria yang kini rajin berdakwah, di kamar John tidak ditemukan senjata.

"Bahkan polisi sampai mengerahkan 80 personilnya hanya untuk membekuk satu orang. Ini benar-benar tidak profesional," ujarnya Selasa, 21 Februari 2012 malam.

Soal dalih John Kei kerap dikawal oleh para pengikutnya ditampik Anton. "Itu juga alasan polisi saja. Untuk mengeruduk kamar John sebetulnya cukup 10 orang tak perlu pengerahan pasukan sebanyak itu."

Anton berharap dalam menumpas kejahatan, polisi tidak mendasarkan pada kebencian atau rasa dendam. Sebab alasan penangkapan karena John terlibat dalam pembunuhan pengusaha Ayun belum terbukti.

"Untuk pembenaran, polisi malah sekarang ini mencari-cari 12 kasus yang melibatkan John. Janganlah menyelesaikan masalah dengan menimbulkan masalah."

Polisi, saat ini, telah menetapkan John Kei sebagai tersangka pembunuhan berencana, pembunuhan, dan pengguna narkotik. Polisi mendapati John Kei di kamar Hotel C'one, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat, 17 Februari 2012, sedang bersama aktris Alba Fuad menggunakan sabu-sabu.

Polisi menembak kakinya sebelum mencokok lelaki asal Pulau Kei, Tual, Maluku Tenggara, itu. Penasihat hukum John, Djamaludin Koedoeboen, membantah tuduhan itu. Kliennya, kata Djamal, tidak tahu ada narkoba di kamar itu.

0 komentar:

Poskan Komentar

BANK ARTHA GRAHA INTERNATIONAL

Lowongan Reporter

*STOP PRESS*--Dibutuhkan reporter untuk seluruh wilayah negara tercinta Republik Indonesia, Asia dan Eropa. Kirimkan CV anda melalui email: korantribunenews@gmail.com atau hub: 021-77218057, 95887864. -

Iklan Anda

Iklan Anda

Iklan

Iklan
Silahkan tulis dan kirim semua gagasan serta uneg-uneg anda seputar apapun di rubrik ini. Surat, Opini, SMS pembaca harap santun tidak berbau Sara dan wajib disertakan nama dan nomor HP anda untuk dapat di muat. Kirim lewat e-mail: redaksitribunekompas@gmail.com - korantribunenews@gmail.com atau SMS kirim ke nomor Esia: 021-95887864, Simpati: 081210724589 --

HAL. OPINI-ON

Pembaca yang terhormat, silahkan klik dan baca E-Paper Tribunekompas (Group Tribunekompas) -
HAL 2, TRIBUNE COROUPTION NEWS

Hal. Misteri Politik

HAL 3, TRIBUNE HUKUM & KRIMINAL
HAL 4, TRIBUNE DEPOK
HAL 5, TRIBUNE JABOTABEK
HAL 6, TRIBUNE INTERNATIONAL
HAL 7, TRIBUNE PARLEMENT
HAL 8, TRIBUNE NASIONAL
HAL 9, TRIBUNE NUSANTARA